Kamis, 29 Desember 2011

Pastoral Konseling

Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
Yoh 10:11

Pendahuluan
Penggembalaan dalam kehidupan Kristiani adalah sesuatu hal yang sangat penting dan merupakan tanggung jawab dan bukti kasih kita kepada Allah. Dalam percakapan Tuhan Yesus yang sangat mengharukan dengan murid-muridnya (Simon Petrus), dalam Yohanes 21, jelas dikatakan bahwa bukti kasih itu adalah “Gembalakanlah domba-dombaku”. Inilah adalah sebuah teladan bagi setiap orang percaya untuk menjadi gembala bagi kawanan domba Allah.

Dalam kehidupan Kristen yang sudah diselamatkan, yang sudah menerima dan meresponi kasih karunia Allah, harus terus-menerus didorong untuk merasakan hadirat Allah dalam kehidupan mereka. Interaksi orang percaya dengan kasih karunia Allah inilah kunci penentu kehidupan orang Kristen. Seberapa jauh kemajuan kehidupan mereka sebagai orang-orang percaya tergantung mutlak pada seberapa banyak mereka menyambut dan mensyukuri kasih karunia yang Allah berikan. Oleh karena itu Konseling sebagai sarana pelayanan Firman Allah untuk mengubah hidup, mengubah nilai, kepercayaan, relasi, tingkah laku dan sikap-sikap orang percaya

Pengertian
Konseling adalah proses pemberian pertolongan yang dilakukan oleh seorang ahli (konselor) kepada individu (konsele) yang mengalami sesuatu. Konseling adalah usaha yang untuk membantu orang dalam menjalani proses pengkudusan (sanctification) yang dilakukan oleh Allah, dengan demikian diharapkan hal ini akan memungkinkan konselee untuk menemukan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Konseling Kristen berbeda dengan konseling Sekuler karena Konseling Sekuler tidak mungkin membawa konsele untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dan semakin serupa dengan Anak-Nya, karena Konseling Sekuler memang tidak dibangun berdasarkan kebenaran pada Firman Allah dan tidak memiliki tujuan akhir untuk setia dan taat kepada Firman-Nya.

Umumnya konseling berasal dari pendekatan humanistik dan client centered. Konseling berhubungan dengan permasalahan sosial, budaya, dan hal-hal yang berhubungan dengan soal-soal konkrit dari hidup manusia. Membutuhkan saling pengertian untuk mengatasi persoalan yang dihadapi.

Dasar Alkitab
Konseling sangat banyak kita temui dalam Alkitab. Dalam Perjanjian Lama misalnya, dapat dilihat bagaimana Elihu dan kawan-kawanya memberi nasihat kepada Ayub ketika Ayub menderita. Daniel menasihati raja Nebukadnezar. Demikian juga Raja Daud memainkan kecapi untuk menghibur Saul yang murung dan gelisah.

Dalam Perjanjian Baru, Gereja sebagai Tubuh Kristus, persekutuan orang yang percaya, hidup saling tolong-menolong. Rasul Paulus dalam berbagai kesempatan menasehatkan agar umat Tuhan saling tolong - menolong. “Bertolong - tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus (Gal 6:2).

Sesuai dengan rencana Tuhan, Gereja menjadi kesatuan atau persekutuan dari orang-orang yang percaya dan oleh kuasa Roh Kudus diberi kuasa untuk melayani sesama, baik di dalam maupun di luar gereja, mempunyai tugas untuk pergi, menghibur, dan melayani orang lain dengan kasih.

Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan” (1 Tes 5:11) “tegorlah mereka yang hidup tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.” (1 Tes 5:14)

TUJUAN KONSELING
Tujuan pelayanan konseling adalah pewartaan kasih Tuhan untuk tujuan adanya perubahan, sehingga seorang konsele dapat menerima anugerah pulihnya hubungan kasihnya dengan Tuhan, dengan demikian permasalahannya dapat dicari jalan keluarnya bersama Tuhan.
Tujuan konseling antara lain :
- Mengubah suatu sikap atau tingkah laku yang merugikan dan menolong seseorang untuk mengerti nilai-nilai kehidupan di dalam Tuhan.
- Meningkatkan kualitas kehidupan seseorang, sehingga pandangan dan penilaian diri sendiri bisa menjadi lebih obyektif serta peningkatan ketrampilan dalam penyesuaian diri lebih efektif dalam hubungan sosialnya.
- Membantu seseorang untuk dapat mengekspresikan dirinya secara sehat sehingga mengalami pertumbuhan iman dan kematangan emosi dan dapat mengatasi dengan lebih mudah permasalahannya.
- Menyadarkan konseli akan dosanya, agar mengakui dosanya dihadapan Tuhan, supaya dapat mengalami pengampunan dan memulai suatu kehidupan yang baru.
- Belajar tumbuh dalam iman dan pengenalan akan Tuhan dalam doa dan perenungan Firman Tuhan secara teratur.
- Menyadarkan konsele akan apa yang sedang terjadi pada dirinya, dan menyadari unsur-unsur yang tidak realistis yang mempengaruhi perasaan dan tingkah lakunya pada saat itu.
- Menolong konsele untuk menemukan identitasnya sebagai orang percaya dalam tanggung jawabnya pada Tuhan dan mendorong dia untuk mengambil keputusan etis yang rasional.
- Menolong konsele agar semakin hari di ubahkan dan menjadi serupa dengan Kristus.

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
(Roma 8:29)

Konselor
Kepribadian konselor sangat menentukan hubungan yang terjadi di dalam konseling. Kata kunci yang perlu dibangun melalui kepribadian konselor ialah menjadi kepercayaan dari konseli agar konseli merasa penting membukakan hal-hal yang ia rasakan sangat berharga dalam permasalahannya atau beban-bebannya.

Seorang gembala dalam tugas pastoralnya harus merasakan panggilan Allah terhadap dirinya yang mau memakai sejarah hidupnya sendiri dalam praktik pastoral dan hal tersebut dilakukannya sebagai arena pertanggungjawaban kepada Allah. Dalam praktik pastoral, seorang gembala atau konselor harus tetap menyadari kelemahan dan keterbatasannya, sehingga ia tetap menjadi rendah hati dan sabar dalam mendengarkan dan menghargai konseli seperti apa adanya demi pertumbuhan dan kebaikan konseli.

Beberapa syarat yang perlu diperhatikan oleh seorang konselor :
1. Bersikap menerima seseorang sebagaimana adanya.
Konselor akan mampu memberikan rasa nyaman kepada konseli, membina hubungan, membentuk suasana penuh kejujuran.
2. Memiliki Empati (Emphaty).
Seorang konselor harus menanamkan perasaan empati di dalam dirinya. Mampu merasakan problem seseorang seperti orang itu merasakannya, namun tidak hanyut dalam perasaan konseli.
3. Seorang konselor harus mempunyai jaminan emosional (emotional security).
4. Memahami diri sendiri dan Ilmu jiwa atau psikologi dasar.
5. Mempunyai Kesiapan Rohani yang baik.

Konsele
Karena perbedaan latar belakang konsele, maka seorang konselor perlu terlebih dahulu mengenal sang konseli agar layanan konseling itu bisa berlangsung secara efektif. Pengenalan latar belakang ini penting untuk membantu konselor dalam menentukan orientasi suatu proses konseling

Pengetahuan mengenai keadaan konseli yang sedalam-dalamnya merupakan syarat mutlak untuk melakukan suatu penggembalaan. Jika kita benar-benar ingin membimbing konseli dengan sebaik-baiknya, maka kita sangat memerlukan pengetahuan ini. Paling sedikit kita harus mengetahui sifat-sifat, kapasitas, dan kemampuan konseli. Selain itu, kita juga harus mengetahui pengaruh lingkungan konsele, misalnya rumah, sekolah, dan masyarakat lingkungan hidupnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dari Konsele :
1. Identitas konsele
Pembimbing harus mengetahui hal-hal berikut ini nama konsele, alamatnya, tempat dan tanggal kelahirannya, jumlah saudaranya, anak ke berapa, agamanya, pendidikannya, identitas orang tuanya, ayah kandung/tiri dan/atau ibu kandung/tirinya, dan seterusnya.

2. Latar belakang konsele
Dalam bimbingan dan penyuluhan, koselor juga harus mengetahui keadaan rumah konsele -mengingat keadaan rumah konseli berpengaruh sangat besar terhadap kehidupannya seperti keadaan ekonomi keluarga, tingkat kebudayaan, sifat hubungan antar anggota keluarga, situasi rumah pada umumnya dan lingkungan sosialnya.

3. Keadaan kesehatan konsele
Seorang pembimbing harus mengetahui keadaan kesehatan jasmani dan rohani konsele.

4. Bakat-bakat konsele
Salah satu tujuan pembimbingan dan penyuluhan ialah menuntun konseli agar mencapai prestasi setinggi-tingginya, sesuai dengan bakat dirinya.

5. Prestasi
Pembimbingan dan penyuluhan yang baik seharusnya mengungkapkan pula prestasi-prestasi yang telah dicapai.
6. Hobby
7. Penyesuaian diri terhadap lingkungan

Pembimbing perlu mengetahui tingkatan penyesuaian diri konseli, bagaimana penyesuaian sosialnya, penyesuaian pribadinya, hubungannya dengan teman-teman dan orang tuanya serta orang-orang yang lain.

Tahapan Konseling
Proses konseling bersifat Kristen sehingga hanya dapat dilakukan oleh seorang konselor Kristen. Hal ini dikarenakan konselor Kristen sangat mengharapkan keterlibatan Roh Kudus serta segala tindakannya harus didasarkan pada Alkitab. Ia harus memiliki keyakinan bahwa hidup yang benar hanya sesuai dengan Firman Allah yang benar. Tahapan-tahapan dalam konseling adalah :

1. Observasi Masalah
Pada bagian ini konselor menjelajahi masalah yang dihadapi oleh konseli, termasuk apa yang dipikirkan, dirasakan, keinginan, mengumpulkan informasi dan fakta.
- Membangun hubungan antara konselor dengan konseli.
- Membantu menemukan kejelasan masalah.
- struktur masalah dan kaitan satu dengan yang lain.
2. Interpretasi
Pada tahapan ini konselor sudah harus dapat menginterpretasikan masalah konseli. Pada tahapan ini, yang perlu dulakukan konselor adalah :
- Memberi dukungan
- Membagi pengalaman
- Memberi prediksi berupa informasi yang didalamnya terdapat gambaran hal-hal yang mungkin akan terjadi jika konseli memutuskan apa yang akan dilakukan.

3. Tidakan
- Tunjukkan empati Anda dan tunjukkan bahwa Anda yakin ia dapat memecahkan masalahnya.
- Berikan dukungan dan sarana-sarana, jika dibutuhkan.
4. Tindak lanjut
- Buatlah jadwal untuk pertemuan tindak lanjut untuk mengetahui perkembangannya.
- Buatkan catatan singkat mengenai hasil pertemuan.
Mengingat bahwa seluruh proses konseling itu ditujukan bukan untuk sekedar melayani dan pemberian nasihat, tetapi lebih lagi untuk membimbing ke arah keutuhan manusiawi, maka proses konseling demi pertumbuhan itu tidak sesederhana seperti yang diduga. Maka, untuk memberikan pelayanan yang lebih efektif, haruslah diketahui antara lain :
- Jangan terburu-buru dengan tidak mengikuti prosedur konseling yang bertanggung jawab.
- Jangan memaksakan seorang konsele untuk mengikuti apa yang disarankan seorang konselor.
- Jangan terlalu banyak melibatkan diri dengan perasaannya sendiri dalam masalah atau persoalan.
- Selalu harus memegang rahasia.
- Jangan mencoba menangani semua persoalan.

CIRI-CIRI DALAM KONSELING
Ciri dari konseling adalah :
- Suatu bentuk wawancara (tidak berupa kotbah) dan berbentuk rahasia atau confidential. Hal-hal yang bersifat pribadi yang dibicarakan dalam konseling tidak dapat dijadikan bahan informasi untuk orang lain. Kerahasiaan ini penting untuk memelihara kepercayaan konseli terhadap konselor.
- Konseling biasanya dilakukan di tempat tersendiri artinya bukan di tempat ramai.
- Adanya komunikasi yang mendalam antara konselor dan konsele, jadi bukan sekedar berbicara.
- Bukan hanya pemberian nasihat, informasi atau saran walaupun hal itu kadang diperlukan.
- Tanpa paksaan karena ini akan mengakibatkan perlawanan dan rasa terpaksa dari konseli yang menjadi hambatan dalam proses konseling karena konsele tidak akan terbuka.
- Mendengarkan dengan penuh perhatian. Konseling yang efektif tidak akan terjadi apabila konselor menerima konseling sambil mengerjakan sesuatu.
- Keputusan terakhir adalah keputusan konsele. Konsele harus merasa bahwa yang dihadapi adalah masalahnya bukan masalah konselor karena itu dialah yang bertanggungjawab untuk mengatasinya.
- Ada kepercayaan antara konseli pada konselor.
- Ada sikap yang tulus dalam membantu dan kerjasama antara konselor dan konseli.

Kesimpulan
Menjadi konselor yang efektif seorang konselor harus memahami arti kehidupan Kristen dengan benar berdasarkan kebenaran Alkitab. Pemahaman ini akan meneguhkan konselor untuk menggunakan Alkitab sebagai jawaban final atas setiap permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa strategi pelaksanaan konseling yang efektif membutuhkan persiapan pribadi konselor Kristen yang seimbang, baik secara teologis maupun psikologis yang dikembangkan melalui pengalaman rohani, intelektual, emosional, dan social.

Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.
Kol 3:9-10

Bahan CPKK P3KS 2010

Refleksi Paskah- PD. MARANATHA, Jumat 13 April 2007

Sebagai taruk ia tumbuh dihadapan Tuhan,
dan sebagai tunas dari tanah kering.
Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada
sehingga kita memandang dia.
Dan rupapun tidak,
sehingga kita menginginkannya.
Tetapi sesungguhnya,
penyakit kitalah yang ditanggungnya,
Dan kesengsaraan kitalah yang dipikulnya
Padahal kita mengira Dia kena tulah
Dipukul dan ditindas Allah
Tetapi dia tertikam
oleh karena pemberontakan kita,
Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;
Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita,
ditimpakan kepadanya.
Yes 53; 2+5a

-------------oooOOOooo---------------

Untuk apa ya Allah…Engkau lahir pada tempat yang tidak seharusnya?
Untuk apa ya Allah Engkau luka dan remuk
Untuk apa ya Allah Engkau meminum cawan, tanda murka Allah
yang seharusnya ditimpakan kepada manusia
karena memang telah melakukan dosa?

-------------oooOOOooo---------------

Engkau yang bermahkota duri
Karena Allah pernah mengutuk dunia
“Semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu”
Tangan dan kakiMu terpaku,
karena memang kaki dan tangan kami berdosa
Dari lambungmu mencurahkan darah,
Karena memang hati dan jiwa kami berdosa
Engkau yang berteriak
“Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Karena memang Allah pernah meninggalkan kami,
Karena kami telah berdosa dan kami telah terpisah dariMu

------------oooOOOooo---------------

Engkau yang melintasi awan-awan
Melakukan langkah-langkah turun sampai ketempat yang terdalam
Tempat dimana kami sedang berkubang
Engkau datang seperti hamba,
Karena kami telah terhamba oleh dosa,
Engkau terbuang, dan dihindari orang,
Karena kami telah terbuang, menjijikkan bagi sesama

------------oooOOOooo---------------

Tak sanggupkah Engkau
Menghadirkan malaikatMu berlaksa-laksa?
Untuk melepaskanMu dari tangan para pendakwa?
Tak bisakah Engkau beranjak dari kesepian?
Ditinggal dan disangkali para muridMu
Tak bisakah Engkau mencari jalan lain
Agar Engkau tak pergi ke salib?

------------oooOOOooo---------------

Sesungguhnya …..
karena kasih yang tak terungkapkan menuntunmu ke salib.
Karena Engkau tak berkenan atas kematian ciptaanMu,
gambar dan rupaMu, karyaMu, puisiMu, kebanggaanMU.
Karena Kasih Engkau bertahan
Melalui keringnya gurun kegersangan
Kau pikul kayu yang kasar dipundakMU
Engkau bertahan dari besi yang tajam diujung cambuk
yang mengoyak kulitMu
Kau biarkan paku-paku yang tajam menembus tubuhMU
Kau lalui teriknya hari dihari yang kelam
Engkau tidak merasa malu melalui jalanan kering Jerusalem menuju Golgota
Kau biarkan tetesan darah menghalangi pandanganMU
Dan didalam semuanya …
sungai pengampunan mengalir dari bibirMU

------------oooOOOooo---------------

“Umatku terhilang” teriak Bapa di Sorga
“Bawa dia kembali, berapapun harganya”
Tak peduli, apa yang terjadi
Tak peduli bagaiamana pahit dan getirnya
Engkau hadir dengan hati yang rindu
Membawa pulang anak yang terhilang.

------------oooOOOooo---------------

Tetapi Engkau ya Allah
Setia menanggung derita
Memberikan tubuhMu sendiri sebagai pengganti salah
Seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian
Engkau tidak mengeluh, dan tidak membuka mulut

------------oooOOOooo---------------

Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatan,
Terjagalah seperti pada zaman purbakala,
pada zaman keturunan yang dahulu kala!
Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku,
demikian firman Allahmu, tenangkanlah hati Yerusalem
dan serukanlah kepadanya,
bahwa perhambaannya sudah berakhir,
bahwa kesalahannya telah diampuni,
sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN
dua kali lipat karena segala dosanya.
Oleh karena nama-Ku Aku menahan amarah-Ku
dan oleh karena kemasyhuran-Ku Aku mengasihani engkau,
sehingga Aku tidak melenyapkan engkau.
Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya,
sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?
Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
Dapatkah direbut kembali jarahan dari pahlawan
atau dapatkah lolos tawanan orang gagah?

------------oooOOOooo---------------

Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya,
dan orang jahat meninggalkan rancangannya;
baiklah ia kembali kepada TUHAN,
maka Dia akan mengasihaninya,
dan kepada Allah kita,
sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

------------oooOOOooo---------------

Lihat…Allah kita gagah dan perkasa
Hai maut, dimanakan sengatmu?
Yesus itu, yang mati namun sungguh Dia hidup kembali
Dia yang bertahta diatas keagungan
Ditempat yang Maha tinggi Engkau bersemayam
Saat Engkau tersalib, Engkau mengampuni
Aku tidak takut lagi

------------oooOOOooo---------------
 
Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatan,
Terjagalah seperti pada zaman purbakala,
pada zaman keturunan yang dahulu kala!

 
Marbun P. Bn

PAULUS - Profil seorang Pelayan

Pendahuluan

Dalam sejarah Gereja Purba, Paulus memiliki peran penting dalam kemajuan Gereja. Kehidupannya yang kontroversial sebagai penganiaya orang Kristen sebelum Allah memangilnya, sampai kepada theologinya yang kuat dan juga kehidupannya yang benar-benar dipersembahkan untuk Tuhan menjadi teladan dan inspirasi bagi banyak orang. Surat-suratnya kepada Jemaat yang didirikannya diterima dan terintegrasi dengan Alkitab secara keseluruhan.

Kehidupan Paulus

Tidak banyak informasi yang bisa diperoleh tentang bagaimana kehidupan Paulus secara keseluruhan. Namun dari semua kegiatan dan pelayananan yang dilakukannya sedikit banyak dapat kita lihat siapa dia yang sebenarnya.

* Lahir di Tarsus sebagai warga Negara Roma (Kis 16;37 ; 22;3)

* Besar di Yerusalem (Kis 22;3 , 26;4)

* Hidup sebagai orang Farisi menurut Mazhab yang paling keras (Kis 26;5 ; lihat juga Fil 3 ; 5-6)

* Orang Israel, keturunan Abraham, dari suku Benyamin (Roma 11;1)

* Dididik dengan teliti oleh Rabi Gamaliel (Kis 22;3)

* Penganiaya Jemaat Allah dan pengikut Tuhan sampai mati (Kis 22,4 ; 1 Kor15;9)

Pertobatan

Paulus menjadi pengikut Kristus setelah pertemuannya dengan Yesus Kristus di dalam perjalanan ke Damaskus (Kis 9;4-5). Sebelumnya dia adalah penganut agama Yahudi yang taat. Tetapi Yesus Kristus sendirilah yang memanggil dia untuk menjadi alat untuk memberitakan nama Tuhan kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.

Dari apa yang dialami Paulus sebelumya sebagai penganut agama Yahudi yang ketat, kemudian menjadi seorang pengikut Kristus yang setia dan bahkan melayani-Nya, dan pemahamannya tentang Kasih karunia Allah melahirkan sutau doktrin yang terintegrasi dari Perjanjian Lama dengan perjanjian Baru.

Pemanggilan Yesus kepada Paulus untuk menjadi alat-Nya tentunya adalah suatu pemilihan sebagaimana Yesus memanggil para murid yang pertama (Mat 4; 18-22) pada waktu pelayanannya di dunia. Pemanggilan ini berarti penting, dimana yang memanggil dia adalah Mesias, Allah semesta Alam, dimana jika Allah yang memangggil, kita harus mengikut.

Pertobatan Paulus dari agama Yahudi menjadi Kristen bukanlah suatu evolusi atau perkembangan biasa. Ini menyangkut apa yang dilakukannya sebelum pertobatannya, pandangannya tentang hukum Taurat dan adat istiadat Yahudi, dan pada akhirnya dia dengan fanatik dan radikal untuk menolak agama Yahudi yang dianutnya dengan taat dan bahkan membunuh atas keyakinan subyektif terhadap apa yang dianutnya.

Tetapi tentang semuanya itu dengan tegas Paulus mengatakan bahwa “Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus …….bahkan kuanggap sampah (Fil 3 ; 7-9)

Pelayanan

Bahan ‘PA II Kor 4 ; 1 – 17

1. Apa yang menjadi dasar dari penerimaan Pelayanan oleh Paulus? Dan apa akibat dari pengertian itu bagi pelayanannya? Ayat 1. Lihat II Kor 3 ; 6 -12

2. Bagaimana sikap Paulus didalam pelayanannya? Ayat 2

3. Apakah maksudnya “menyatakan kebenaran?” Band dgn Roma 1 ; 16 - 17

4. “Menyerahkan diri untuk dipertimbangkan”. Bagaimana tanggapan anda tentang hal itu? Band Mat 5 ; 14- 16

5. Bagaimanakah jika pemberitaan Injil masih tertutup? Apa Maksudnya dan bagaimana sikap kita? Ayat 3 Band Mark 8 ; 38 : II Tim 1 ; 8 , 12 : 2 ; 15

6. Dalam Pemberitaan Injil, siapakah yang diberitakan? Bagaimana jika di tolak? Band dengan amanat agung Mat 28 ; 19- 20 Lihay juga Luk 10 ; 16

7. Paulus mengibaratkan orang Kristen sebagai Bejana Tanah Liat. Apa maksudnya? Band 1 Kor 1 ; 23 - 29

8. Pada ayat 8-9 Paulus menjelaskan bagaimana dia menjalani kehidupannya sebagai seorang pelayan yang mengalami penderitaan, mengapa? Dari empat hal yang berlawanan, bagaimana pendapat anda, dan bagaimana hal itu bisa terjadi? Lihat juga II Kor 11 ; 23 – 33.

“Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil Kasih Karunia Allah” Kis 20 ; 24 .

9. Perhatikan ayat 10 – 11, semua yang dilakukan Paulus mempunyai tujuan yang jelas sesuai dengan panggilannya. Jelaskan.

10. Ada sebuah kenyataan yang dialami oleh Paulus sesuai dengan penderitaan yang dialaminya. Jelaskan. Ayat 12

11. Paulus bisa saja mati oleh semua kejadian yang dialami. Bagaimana dia dapat bertahan? Ayat 13 – 14. Band Luk 9 ; 24

12. Ayat 15 menunjukkan bagaiamana pelayanan Paulus yang semakin berkembang. Apakah yang menjadi dasar dari ucapan syukurnya?

13. Frederick Niestze seorang filsuf yang Atheis bilang, seseorang bisa bertahan dari penderitaan bila orang tersebut tahu tujuan dari penderitaan itu. Apa yang anda lihat yang menjadi kekuatan Paulus dalam penderitaannya? Ayat 16-17

PA Koordinasi PD. Maranatha 12 Nov 2006

Kamis, 16 September 2010

Bukit Cinta

Terhitung malam berlalu
kita pasrahkan waktu dan jarak menyita rindu
hingga malam telah jauh
tak jua kau ceritakan
perjalanan kaki dari asalmu

sebuncah gigil jiwaku masih berdiam dengan kelu
kau sisakan benih tangisan dari rindu yang berkobar
dan tak termaknakan
tinggallah kegamangan dari jiwa mengharap kepastian

kelamnya jiwaku menyerbu berhamburan
dari dalamnya penantian hadirmu
beribu gelisah memecah suasana hening
digaris kesunyian, gelap menelan bahagia
yang rindu kembali kebukit cinta

Aku coba menjalin puisi untuk cinta yang sempurna
yang kuserahkan dengan gagap
saat engkau datang kembali
tak kau hidupkan cahaya yang hampir padam
dan semangat yang telah pudar menghilang

sesuatu menghadang
tak bisa aku menggambarkannya
lalu maknakupun mengalir
dengan kata-kata yang ngilu kepadamu
sambil berharap engkau mengejar cemas
cintamu yang engkau tinggalkan.

23 Juni 2009

Menyatukan Raga

Engkau berlalu saja …
Laksana bongkahan es diusir terik …
Tak peduli tentang kisah …
Yang kau sebut aib …

Apa yang engkau dapatkan …
Ketika aku mendapatkan segalanya …
Engkau kehilangan segalanya …
Ketika aku tak kehilangan apa-apa …

Ingin kudengar lagi …
Kata-kata yang tak ingin ditinggalkan …
Lalu siapakah kini ….
Yang ternyata meninggalkan aku ..????
Kita telah menyatukan raga ..
Walau ternyata kita belum menyatukan hati …



Jalan Pulang

Tetap saja engkau menciptakan dusta
Sampai terakhir kali aku mendengar cerita tentangmu ..
Mengapa kejujuran begitu mahal tercipta ..
Bukankah dia dekat di jiwamu…

Siapakah engkau ini ..??
Kita satu tubuh … namun sungguh terasa asing ..
Sekiranya engkau pernah terlahir …
Pastinya bukan ini yang terlukis darimu …

Anganku terbang jauh
Tentang beribu tatapan tajam …
Yang menyaksikanmu melantunkan senandung surga …
Membuat malaikat dalam khayalkupun tersenyum …

Tentang nada-nada yang tercipta dari jemarimu ..
Yang membuat setiap insan tertunduk haru ..
Tentang setiap kesibukan yang kau cipta …
Seolah jawabmu kepada Illahi …

Aku teringat tentang pengasuhmu
Yang mempersembahkan hidupnya utuh untukmu
Yang mengasihimu karena dia mengasihi Tuhannya ..
Tentang doa dan air matanya untuk kehidupanmu …

Yang mengharap engkau mahkotanya
Ternyata pedang yang menusuk jiwanya
Yang mengharap engkau dasar syukurnya
Ternyata luka yang harus ditangisinya

Membayangkan itu aku takut dan getir
Iman rapuh dan jiwa ringkih …
Tak sanggup aku menatap tegak …
Inikah buah dari cinta yang kami tanam ???

Tak ada yang layak untuk dikejar selain kekekalan …
Yang ternyata kau usir dari jiwamu …
Surga tak kau dapat dari manapun …
Selain dari jalan yang telah kau tahu …

Bisakah engkau membangun kebanggaanku sekali lagi ..???
Dengan kembali berpijak pada iman dan kasihmu ..?
Dari sana engkau tegak membangun ulang kisahmu..
Sambil mengingat bahwa kita memang rentan dan rapuh ..
Namun selalu ada jalan untuk pulang …


September 2009

Sebuah Doa

Ajarkan aku untuk tidak merasa malu dan merasa rendah
Bersama orang-orang kecil
Dan orang-orang yang tersingkir di dunia
Sebab sesungguhnya bersama mereka Engkau berdiam

Jangan biarkan aku memiliki sesuatu
Jika hatiku melekat kepadanya
Tetapi izinkan aku tidak memiliki segala sesuatu
Asal saja aku mengerti
Apa artinya bergantung pada kasih karuniaMu

Jangan biarkan aku kaya
Jika aku melupakan Engkau
Tapi ajari aku melepaskan segala sesuatu
Asal saja aku memiliki SurgaMu